Saturday, 12 November 2016

Sistem Aquaponik "Tanpa Filter"

Oleh : Pak Indra Gunawan




Menjawab pertanyaan, boleh tidak aquaponik tidak memakai filter, jawabnya adalah: Ya, sistem aquaponik yang dipakai di pekarangan rumah saya tidak memakai filter apapun juga selain memakai growbed seperti yang terlihat di gambar di bawah ini. Ini bisa dilakukan dengan syarat-syarat tertentu:

  1. Growbed-nya harus memakai sistem pasang surut dan bell siphon.
  2. Media growbed harus berukuran antara 1-2 cm.
  3. Growbed harus diberi cacing tanah.
  4. Growbed hanya menanam tanaman berumur pendek, yaitu sayur yang sekali panen. 
  5. Setiap panen, growbed harus dibiarkan kering dengan mencabut bell siphon dan berikut stand pipe-nya selama 10 hari. TETAPI, air TETAP dibiarkan mengalir. Tujuan dari point ini adalah mengizinkan waktu bagi cacing untuk mengurai akar-akar dan bahan-bahan organik yang bisa menyumbat aliran air.
  6. Setiap growbed 1/2 drum hanya untuk makanan ikan sekitar 35 gram/har/growbed, tidak lebih dari itu.

Yang paling penting dalam sistem seperti ini, senjata rahasianya, yaitu cacing tanah, yang membantu dengan efektif mengurai kotoran ikan, beserta hal-hal organik lainnya. Nah, apakah dengan bell siphon sebagian kotoran ikan akan tertarik kembali ke sump tank dan fish tank? Bisa saja, tetapi akan berputar kembali dan sangkut di growbed untuk diurai oleh cacing.

Dan, yang berancun bagi ikan, sebenarnya bukan kotoran yang tidak larut dalam air, justru kebalikannya, yaitu apa yang larut dalam air itu sendiri. Isilah kerennya, yang perlu dikhawatirkan adalah TDS (Total Dissoved Solids/total yang larut dalam air) bukan TSS (Total Suspended Solid, total yang mengapung di air/tidak larut). Itu dengan pengecualiannya, yaitu untuk ikan-ikan yang membutuhkan kejernihan dalam penjagaannya, seperti ikan trout (tidak dibudidayakan di sini), ataupun Koi.

Sebenarnya cara ini adalah yang terbaik, karena kotoran ikannya tidak dibuang percuma (kalau pakai filter), tetapi diurai oleh cacing untuk kesuburan tanaman. Itu juga alasannya, tanaman yang memakai growbed saja kelihatan jauh lebih sehat daripada yang tidak memakai growbed atau mengandalkan sistem filter.

Pertanyaan bonus, bisakan tebar padat ikannya? Bisa saja, asalkan jumlah makanan ikan per setiap growbed tidak melebihi 35 gram/hari/growbed. Yang membuat mampet, penyelesaian seperti yang saya sebut di atas, dibiarkan kering dengan air masih berjalan.

Membuat Sendiri Kolam Terpal Bulat

Status : Draft

Panduan Pertanyaan :

  1. Bahan-bahan yang diperlukan ?
  2. Peralatan yang dibutuhkan ?
  3. Drain ? 
....

Memperbaiki Terpal yang bocor


Berikut adalah cara memperbaiki terpal yang bocor yang disarankan oleh August Isoneday di group Komunitas Budidaya Ikan Gurame, Nila, Mas, Patin, Bawa, Lele Sumedang

Terpal bocor
Triplek / media yg datar
Ampelas
Lem Aibon
Plastik tipis, recomend yang transparan, jangan yang hitam
Kertas hvs
Setrikaan
Gunting.
Langkah menambal kolam terpal yang bocor:
  1. Letakan terpal di atas media datar semisal triplek
  2. Bersihkan dengan amplas
  3. Laburkan lem aibon di atas bagian yg bocor dan skitarnya, biarkan hampir kering
  4. Laburkan lem aibon pada plastik, biarkan hampir kering
  5. Tempelkan plastik & terpal yg sudah dilaburi lem
  6. Tutupkan kertas hvs di atas plastik
  7. Panaskan strikaan, lalu gosokan keatas kertas hvs
  8. Jika dikehendaki, dobel tambalan dengan mengulangi langkah 2 tadi di atas plastik tambalan
  9. Lakukan hal yg sama pada bagian belakang terpal yg bocor tadi.
  10. Jangan lupa rapihkan plastik tambalan dengan gunting

Thursday, 3 November 2016

Mengenal Monsanto

Status : Draft 

Panduan Pertanyaan : 

  1. Apa itu Monsanto ? 
  2. Apa itu GMO ? 
  3. Mengapa begitu banyak pertentangan terhadap Monsanto di seluruh dunia ?
  4. Berapa % pemulia tananaman di Nusantara yang dapat memasuk kebutuhan benih dalam Negeri ? 
  5. Bagaimana kita membedakan benih yang GMO dan yang bukan ?

Referensi